Banner Blog

Jumat, 18 Desember 2009

Menaker Akan Tutup Balai Latihan Kerja

JAKARTA – Menakertrans menganggap Balai Latihan Kerja (BLK) mubazir dan keberadaanya pun akan ditutup. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, belum ada prospek masa depan yang baik bagi BLK karena infrastrukturnya yang tidak memadai.
Selain infrastruktur, evaluasi orientasi dan instruktur jika tidak diperbaiki segera maka tempat pelatihan ini terancam akan ditutup. Menakertrans pun menilai kondisi BLK saat ini sudah sangat kritis dari segi kualitas dan kuantitas.
"Kritisnya sudah sampai tingkat lampu merah (bahaya)," jelasnya di gedung Depnakertrans.
Oleh karena itu, terkait dalam program 100 Hari Menakertrans, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam konteks sertifikasi pelatihan. Dalam kerjasama tersebut, ujar mantan Wakil Ketua DPR ini, perbaikan dari segi pembuatan dan penerapan standarisasi metode pelatihan BLK juga akan dilaksanakan.
Muhaimin menambahkan, masukan dari luar seperti perguruan tinggi negeri dan swasta serta sekolah politeknik juga akan diikutsertakan. Kerjasama dengan berbagai pihak ini diharapkan dapat mencari formulasi solusi yang tepat sebelum program 100 hari tersebut berakhir.
Perbaikan tidak hanya untuk penyempurnaan 11 unit BLK yang kewenangannya berada pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Depnakertrans. Namun 171 BLK yang dikelola UPT daerah juga termasuk dalam rehabilitasi ini. "BLK sebagai program nasional kualitasnya kurang terekspose," tandasnya.
(ktp/Neneng Zubaidah/Koran SI/ahm/okz)